PEDOMANINDONESIA, PONTIANAK – Pemerintah Kabupaten Sintang melaksanakan panen padi serentak di Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai, sebagai bagian dari strategi percepatan ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini menjadi salah satu titik dalam panen raya yang dilakukan secara serentak di 14 provinsi dan dipantau langsung oleh Presiden Prabowo melalui video conference.
Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, mengungkapkan bahwa meski masih banyak tantangan, kolaborasi antara berbagai pihak menjadi kunci kemajuan sektor pertanian di daerah.
“Alhamdulillah, puji Tuhan, berkat kerjasama TNI, Polri, pemerintah daerah dan kementerian, khususnya dalam penyediaan alat dan optimalisasi lahan, ini sangat mendukung masyarakat,” ujar Ronny, Selasa (18/4/2025).
Namun Ronny mengakui, upaya mencapai swasembada pangan masih membutuhkan pembinaan dan penguatan sinergi di tengah keterbatasan anggaran.
Panen berlangsung di lahan milik kelompok tani Cahaya Harapan, yang kini mulai menerapkan alat panen modern seperti combine harvester. Penggunaan teknologi ini dinilai mampu mempercepat proses panen serta meningkatkan hasil secara signifikan dibandingkan musim sebelumnya.
Komandan Kodim 1205/Sintang, Letkol Inf Rangga Bayu Widiartha, menyatakan bahwa kegiatan ini mencerminkan keseriusan berbagai pihak dalam mendorong ketahanan pangan di tingkat daerah.
“Ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan kemandirian pangan lokal. Pertanian kita tidak hanya berkembang dari sisi produksi, tetapi juga teknologi,” katanya.
Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi pertanian menjadi salah satu faktor pendorong transformasi sektor ini agar lebih efisien dan berdaya saing.
“Harapannya, para petani semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas produksi padi,” harapnya.
Langkah ini menjadi contoh konkret bagaimana pendekatan kolaboratif dan inovatif dapat mendorong pertumbuhan sektor pertanian, sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional dari wilayah perbatasan seperti Sintang. ADM
Sumber : PontinakPost).
Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, mengungkapkan bahwa meski masih banyak tantangan, kolaborasi antara berbagai pihak menjadi kunci kemajuan sektor pertanian di daerah.
“Alhamdulillah, puji Tuhan, berkat kerjasama TNI, Polri, pemerintah daerah dan kementerian, khususnya dalam penyediaan alat dan optimalisasi lahan, ini sangat mendukung masyarakat,” ujar Ronny, Selasa (18/4/2025).
Namun Ronny mengakui, upaya mencapai swasembada pangan masih membutuhkan pembinaan dan penguatan sinergi di tengah keterbatasan anggaran.
Panen berlangsung di lahan milik kelompok tani Cahaya Harapan, yang kini mulai menerapkan alat panen modern seperti combine harvester. Penggunaan teknologi ini dinilai mampu mempercepat proses panen serta meningkatkan hasil secara signifikan dibandingkan musim sebelumnya.
Komandan Kodim 1205/Sintang, Letkol Inf Rangga Bayu Widiartha, menyatakan bahwa kegiatan ini mencerminkan keseriusan berbagai pihak dalam mendorong ketahanan pangan di tingkat daerah.
“Ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan kemandirian pangan lokal. Pertanian kita tidak hanya berkembang dari sisi produksi, tetapi juga teknologi,” katanya.
Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi pertanian menjadi salah satu faktor pendorong transformasi sektor ini agar lebih efisien dan berdaya saing.
“Harapannya, para petani semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas produksi padi,” harapnya.
Langkah ini menjadi contoh konkret bagaimana pendekatan kolaboratif dan inovatif dapat mendorong pertumbuhan sektor pertanian, sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional dari wilayah perbatasan seperti Sintang. ADM
Sumber : PontinakPost).



















