• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Minggu, Mei 24, 2026
Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
  • Login
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Serba Serbi

Tradisi Beli Baju Baru saat Lebaran Begini ceritanya

pedoman_id by pedoman_id
Maret 20, 2025
in Serba Serbi
0
Tradisi Beli Baju Baru saat Lebaran Begini ceritanya
0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pedomanindonesia – Setiap negara di belahan dunia dengan mayoritas masyarakat muslim memiliki ciri khas dan tradisi sendiri ketika merayakan hari raya Idulfitri. Di Indonesia sendiri, momen lebaran identik dengan salah satu tradisi yakni membeli baju baru.

Secara umum, tradisi memakai baju baru saat lebaran merupakan bentuk perayaan kemenangan setelah sebulan melewati perjalanan puasa di bulan Ramadan. Baju yang baru ini dianggap menjadi simbol kesucian dan kebersihan diri atas keberhasilan menahan hawa nafsu.

READ ALSO

Buah Markisa Berikut Beberapa Manfaat Tak Terduga

Meriah, Jalan Sehat RW 11 Perum Biting Indah Kutorenon Lumajang

Namun, tahukah kamu bagaimana asal mula tradisi ini? Yuk, simak selengkapnya berikut ini.

Sejarah Tradisi Membeli Baju Lebaran

Jika menilik sejarahnya, tradisi membeli baju baru ini sudah ada sejak abad ke-20, lebih tepatnya semasa Indonesia masih di bawah kekuasaan Hindia Belanda. Hal ini tercatat pada surat yang ditulis penasihat urusan pribumi untuk pemerintah kolonial Belanda, Snouck Hurgronje kepada Direktur Pemerintahan Dalam Negeri 20 April 1904.

Surat-surat tersebut kemudian dibukukan dalam ‘Nasihat-Nasihat Snouck Hurgronje Semasa Kepegawaiannya di Pemerintah Hindia Belanda 1889–1939 Jilid IV’. Dalam suratnya, Snouck menjelaskan bagaimana cara masyarakat memperingati hari raya Idulfitri seperti memakan hidangan khusus, melakukan silaturahmi antar sanak saudara, membeli baju baru, dan lainnya.

Selain itu, Snouck dalam buku berjudul ‘Islam di Hindia Belanda’ menyebutkan bahwa tradisi mengenakan baju baru saat hari raya mirip dengan kebiasaan di Eropa saat merayakan tahun baru.

“Kebiasaan saling bertamu pada hari pertama bulan kesepuluh dengan mengenakan pakaian serba baru mengingatkan kita pada perayaan tahun baru Eropa,” terang Snouck.

Seiring berjalannya waktu, kebiasaan ini pun dikritik oleh dua pejabat kolonial di masa itu, yakni Steinmetz dari Residen Semarang dan De Wol pejabat Hindia Belanda. Mereka beranggapan bahwa tradisi membeli baju baru merupakan sumber bencana ekonomi, karena ada beberapa pihak yang diduga ‘memakan’ dana pemerintah untuk merayakannya.

Tak berhenti di situ, tradisi ini juga mengakibatkan kesenjangan sosial dengan rakyat. Pihak yang memanfaatkan momentum tersebut mengenakan pernak-pernik berlebihan seperti pantolan berbahan benang emas hingga sejumlah atribut khas Eropa. Hal ini berbeda dengan rakyat jelata yang justru hanya memiliki sedikit pilihan dalam membeli pakaian baru.

Melansir dari berbagai sumber lainnya, tradisi membeli baju lebaran sudah dimulai sejak tahun 1596 atau tepatnya pada masa Kesultanan Banten. Hal ini tercatat dalam buku ‘Sejarah Nasional Indonesia’ karya Marwati Djoened Pusponegoro dan Nugroho Notosusanto.

Namun sayangnya, di masa itu membeli baju bagus untuk dipakai saat Idulfitri hanya berlaku bagi kalangan kerajaan saja. Sementara rakyat biasa akan menjahit pakaian mereka sendiri.

Memasuki tahun 1900, rakyat biasa mulai memiliki hak untuk membeli baju baru saat lebaran. Dalam Harian De Locomotief, 30 Desember 1899, misalnya menggambarkan keadaan orang-orang yang mulai berpakaian Barat, mengikuti selera baju para polisi, kecuali kain penutup kepala.

Tradisi baju lebaran pun tak lagi hanya identik dengan peci dan sarung baru, tetapi ditambah dengan sepatu, celana panjang, dan topi khas Eropa. Kebebasan memilih mode pakaian ini berimbas pada pertumbuhan industri tekstil di Hindia Belanda.

Pada masa pendudukan Jepang, tradisi baju baru lebaran sedikit tertahan. Produksi besar-besaran untuk memenuhi keperluan militer Jepang dan hilangnya bahan pangan di pasar membuat rakyat digerakkan untuk kerja paksa bahkan sampai-sampai pakaian disita.

Hal tersebut diterangkan Thomas J. Lindblad dalam buku ‘Krisis Ekonomi dalam Sejarah Indonesia Abad ke-20’, termuat dalam ‘Dari Krisis ke Krisis: Masyarakat Indonesia Menghadapi Krisis Ekonomi Selama Abad 20’.

Selama masa ini, rakyat justru membeli barang dengan pakaian bekas sebagai pengganti uang dalam metode jual-beli. Ketika menjelang lebaran tiba, tidak orang yang mencari pakaian baru. Di hari raya Idulfitri mereka terpaksa mengenakan pakaian lama.

Keadaan perlahan normal kembali setelah Indonesia menyatakan kemerdekaan. Mulai saat itulah, tradisi membeli dan mengenakan baju baru saat lebaran terus berlanjut hingga saat ini. ADM

Sumber : JURNALPOSMEDIA.COM

Tags: baju barubulan RamadanlebaranpuasaTradisi beli baju baru

Related Posts

Buah Markisa Berikut Beberapa Manfaat Tak Terduga
Nasional

Buah Markisa Berikut Beberapa Manfaat Tak Terduga

September 11, 2025
Meriah, Jalan Sehat RW 11 Perum Biting Indah Kutorenon Lumajang
Daerah

Meriah, Jalan Sehat RW 11 Perum Biting Indah Kutorenon Lumajang

Agustus 24, 2025
Jejak Manusia Purba di Soppeng Berusia 1,5 Juta Tahun Ditemukan oleh Arkeolog
Nasional

Jejak Manusia Purba di Soppeng Berusia 1,5 Juta Tahun Ditemukan oleh Arkeolog

Agustus 8, 2025
Disarankan Tidak Membunuh Kecoa hingga Hancur di Rumah, Berikut Alasannya
Olahraga Kesehatan

Disarankan Tidak Membunuh Kecoa hingga Hancur di Rumah, Berikut Alasannya

Juli 30, 2025
Keajaiban (lagi) LEBAH?
Serba Serbi

Keajaiban (lagi) LEBAH?

Juli 12, 2025
Daftar Destinasi Wisata Religi ke Masjid Bersejarah di Indonesia Saat Ramadhan
Pendidikan & Agama

Daftar Destinasi Wisata Religi ke Masjid Bersejarah di Indonesia Saat Ramadhan

Maret 13, 2025
Next Post
Ada Kaitannya dengan Perang Melawan Portugis dan Belanda : Menelusuri Jejak Ottoman di Indonesia

Ada Kaitannya dengan Perang Melawan Portugis dan Belanda : Menelusuri Jejak Ottoman di Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Oktober 16, 2025
Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Mei 7, 2025
Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Juni 11, 2025
Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Maret 26, 2025
Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Juni 21, 2025

EDITOR'S PICK

Apa dan Bagaimana Sejarah OPM di Papua Dibentuk Belanda dan Ditentang Indonesia

Apa dan Bagaimana Sejarah OPM di Papua Dibentuk Belanda dan Ditentang Indonesia

April 14, 2024
Seruan Perang Melawan Ketergantungan Impor Pangan

Seruan Perang Melawan Ketergantungan Impor Pangan

Agustus 18, 2025
Cegah Kriminalitas, Tim Khusus Polres Lumajang Tingkatkan Patroli

Cegah Kriminalitas, Tim Khusus Polres Lumajang Tingkatkan Patroli

Maret 11, 2024
Pemerintah Akan Tetapkan Harga Eceran Tertinggi LPG 3 Kg

Pemerintah Akan Tetapkan Harga Eceran Tertinggi LPG 3 Kg

Februari 8, 2025
Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Navigate Site

  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

Follow Us

No Result
View All Result
  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In