LUMAJANG – Stunting adalah kondisi ketika pertumbuhan fisik dan kognitif anak terhambat akibat kurang gizi kronis pada masa awal kehidupan. Kabupaten Lumajang sendiri memiliki tingkat stunting yang cukup tinggi, terutama di daerah pedesaan.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Indonesia tahun 2020, tingkat prevalensi stunting di Kabupaten Lumajang mencapai 31,4%, dimana angka ini lebih tinggi dibandingkan tingkat rata-rata nasional yang sebesar 27,7%.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah setempat telah melakukan berbagai upaya, seperti program peningkatan status gizi ibu hamil dan balita, penyuluhan tentang asupan makanan bergizi, serta pemberian suplemen zat besi dan vitamin A.
Banyak juga lembaga atau organisasi swasta maupun non-pemerintah yang turut membantu memberikan akses pendidikan gizi dan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Lumajang. “Semoga upaya-upaya ini dapat membantu menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak di sana”, ujarnya.
Dikatakan, Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang tentunya telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan angka stunting tersebut. Beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh Dinkes Lumajang antara lain:
- Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang melalui sosialisasi, penyuluhan, dan kampanye kesehatan.
- Memberikan edukasi kepada ibu hamil dan ibu menyusui tentang cara menyusui yang benar, pola asuh yang baik, dan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang sesuai dengan usia anak.
- Menyediakan suplemen gizi bagi ibu hamil dan balita, seperti zat besi dan vitamin A.
- Peningkatan akses terhadap air bersih dan sanitasi yang baik untuk mencegah penyakit infeksi yang dapat mempengaruhi pertumbuhan anak.
- Melakukan pemantauan pertumbuhan anak secara rutin, sehingga dapat segera mendeteksi jika ada anak-anak yang mengalami stunting dan dapat memberikan intervensi yang sesuai. RED



















