LUMAJANG – Pj. Bupati Lumajang, Jawa Timur, tidak berani menyatakan Stockpile Terpadu merupakan poduk gagal. Pernyataan ini disampaikan ketika usai menghadiri acara rapat paripurna di DPRD Lumajang, belum lama ini.
“Tidak ada yang menyatakan seperti itu (stockpile terpadu produk gagal, Red). Yang menanyakan panjenengan, ya tolong dikasih sama panjenengan,” ujarnya dengan nada serius kemudian tertawa.
Terkait dengan penutupan stockpile terpadu bukan merupakan inisiatif dari pemerintah daerah tapi dari masyarakat.
“Terus terang ya, yang menutup stockpile terpadu bukan kami. Itu kan warga masyarakat. Ya akhirnya yang menyewa di situ sedikit-sedikit pindah. Kan gitu toh. Karena memang pada saat itu Perunda Semeru dengan warga masyarakat tidak ada kesepakatan. Jadi terus terang yang panjenengan tanyakan akan dibuka kembali, ya nanti kita pelajari dulu. Pasti akan kita komunikasi dengan masyarakat. Kita akan melakukan se-optimal mungkin. Semaksimal mungkin” ujarnya.
Yuyun juga menyampaikan pihaknya bakal ngobrol dulu dengan Perunda Semeru dulu, bagaimana kesiapannya untuk mengelola stockpile terpadu lagi. Dewan juga akan diajak untuk komunikasi karena dulu ikut menyepakati dengan stockpile terpadu. “Pasti semua pihak, semua stake holder yang terkait dengan stockpile terpadu pasti akan kita ajak bicara sehingga tidak terputus di tengah jalan. Ditanya soal penyertaan modal begitu besar yang dikucurkan ke Perumda Semeru belum sebanding dengan apa yang dihasilkan, Yuyun secara diplomatis menegaskan, pemerintah kabupaten memang memberikan penyertaan modal secara bertahap atau dicicil. Kita cicil untuk tahun ini 500 juta lagi. Kalau ditanya apakah nilai investasi yang diberikan sudah kembali, ya belum. Kan masih baru bulan ketiga. Mosok wis langsung onok asile. Ojok kesusu lah. LPj nya aja belum selesai. Sampeyan kok tanyanya dowo dowo. Aku yo bingung jawabe. Ojok nguno”, ujarnya. ADM



















