
LUMAJANG (PI) – Kunjungan wisatawan ke Tumpak Sewu Lumajang Jawa Timur (Air Terjun Tumpak Sewu, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo) selama liburan idul Adha dan Waisak 2026, mengalami peningkatan signifikan.
Selama masa libur panjang Idul Adha dan Waisak 2026, destinasi wisata unggulan Kabupaten Lumajang tersebut menarik sekitar 9.900 wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.
Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ini menjadi salah satu indikator penting dalam melihat daya tarik dan daya saing sebuah destinasi wisata. Ketika wisatawan terus berdatangan, hal tersebut menunjukkan adanya kepercayaan terhadap kualitas destinasi, pelayanan, serta pengalaman wisata yang ditawarkan.
Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan sektor pariwisata Kabupaten Lumajang sekaligus menunjukkan semakin luasnya jangkauan promosi dan pengenalan destinasi wisata daerah di tingkat nasional maupun internasional.
Pengelola Air Terjun Tumpak Sewu, Ciko, menjelaskan, dari total kunjungan tersebut sekitar 7.900 merupakan wisatawan nusantara, sedangkan sekitar 2.000 lainnya wisatawan mancanegara yang datang untuk menikmati panorama alam Tumpak Sewu yang menjadi salah satu ikon wisata Kabupaten Lumajang.
Menurutnya, jumlah kunjungan selama libur panjang saat ini melampaui sejumlah momentum liburan besar sebelumnya, termasuk masa libur Natal dan Tahun Baru maupun Hari Raya Idul Fitri.
“Peningkatan jumlah wisatawan tidak terlepas dari upaya bersama dalam menjaga kenyamanan, keamanan, dan kualitas pelayanan di kawasan wisata. Kami terus berupaya memberikan pengalaman terbaik bagi setiap pengunjung yang datang,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Tingginya kunjungan wisatawan juga memberikan peluang bagi tumbuhnya berbagai aktivitas ekonomi di sekitar kawasan wisata. Kehadiran wisatawan membuka kesempatan bagi pelaku UMKM, penyedia jasa transportasi, pemandu wisata, pelaku usaha kuliner, hingga sektor penginapan untuk melayani kebutuhan pengunjung.

Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Galih Permadi, menilai capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya daya tarik destinasi wisata Lumajang di mata wisatawan.
Menurutnya, keberhasilan sebuah destinasi tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam yang dimiliki, tetapi juga oleh kualitas pengelolaan, pelayanan, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan mendukung keberlangsungan kawasan wisata.
“Pariwisata yang berkembang harus mampu memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat. Ketika wisatawan datang, berbagai aktivitas ekonomi di sekitar destinasi ikut bergerak dan membuka peluang usaha bagi masyarakat,” tukasnya.
Galih menambahkan bahwa tingginya kunjungan ke Tumpak Sewu menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas destinasi wisata di Kabupaten Lumajang. Selain menjaga kenyamanan dan keamanan wisatawan, pengembangan pariwisata juga diarahkan untuk memperkuat keterhubungan antar destinasi agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan pengalaman selama berkunjung ke Lumajang.
Menurutnya, semakin banyak destinasi yang dikunjungi wisatawan, semakin besar pula peluang ekonomi yang dapat tumbuh di berbagai wilayah.
“Ke depan, kami berharap wisatawan tidak hanya mengenal Tumpak Sewu, tetapi juga mengeksplorasi berbagai potensi wisata lain yang dimiliki Lumajang. Dengan begitu, manfaat kehadiran wisatawan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” katanya.
Dengan kekayaan wisata alam, budaya, dan potensi lokal yang dimiliki, Lumajang memiliki peluang besar untuk terus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan di Jawa Timur.
Tingginya kunjungan ke Air Terjun Tumpak Sewu selama masa libur panjang menunjukkan bahwa destinasi wisata yang dikelola dengan baik mampu menarik minat wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya. ADM – KOM



















